Senin, 19 Juli 2010

KH.MUZAKKI SYAH

KH. AHMAD MUZAKKI SYAH DAN ZIKIR MANAKIB SYEKH ABDUL QADIR JAELANI

Posted on Juni 6, 2008 by BaNi MusTajaB
176

11 Votes
Quantcast
KH. Ahmad Muzakki Syah (Pimpinan Pondok Pesantren Al Qodiri, Jember, Jawa Timur) AGUS SISWANTO
Dalam kesehariannya, kehidupan Kyai Ahmad Muzakki Syah sangat bersahaja. Dia tidak pernah menonjolkan dirinya dalam situasi apapun.
Lahir pada 8 September 1948 di Desa Kedawung, Kel. Gebang, Kec Patrang. Kab Jember, Jawa Timur. KH. Ahmad Muzakki Syah adalah putra KH Ahmad Shaha, penghulu asal Bondowoso dan Hj. Siti Fatimah Zahroh asal Jember.
Setelah menamatkan pendidikan formalnya, Muzakki muda sempat mengenyam perguruan tinggi di IAIN Sunan Ampel, hingga 2 semester. Selanjutnya, dia menimba ilmu secara non formal di beberapa pesantren di wilayah Jawa Timur.
Selama bertahun-tahun, Muzakki muda di tempa sejumlah kyai dari satu pesantren ke pesantren lain. Dalam usia 26 tahun, berbekal ilmu yang dimiliki, Muzakki bersama sahabatnya Ahmad Jaelani, membangun pondok pesantren bernama Al Qodiri, yang berdiri pada 6 Juni 1974. Hingga saat ini terdapat sekitar 2065 santri (Putra dan Putri).
Yang menarik, di pesantren Al Qodiri dikembangkan tradisi Zikir Manakib (riwayat Syekh Abdul Qodir Jaelani-AQJ). Menurut KH Taufiqurrahman, putra sulung Kyai Muzakki, Zikir Manaqib yang dikembangkan ayahnya bukanlah membacakan biografi AQJ, melainkan dengan membaca zikir atau amalan tertentu. Jamaah juga diajak untuk bertawassul dan mencintai Syekh AQJ, sambil mengharapkan berkah dan karomahnya, juga mengharapkan syafaat Rasullullah SAW, memohon ridho dan izin Allah SWT.
“Jamaah diajak berzikir bersama. Setelah itu berdoa menurut kebutuhannya masing-masing,” kata KH. Taufiqurrahman menjelaskan. “Semuanya dipimpin langsung Kyai Muzakki.”
Dalam setiap acara manaqib, jamaah membawa botol berisi air. Usai berdoa, jamaah meniup ke dalam botol masing-masing. Dengan keyakinan penuh, air dalam botol tersebut akan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT melalui barokah dan karomahnya Syekh AQJ.
Zikir Manakib di Ponpes Al Qodiri biasanya dilakukan setiap malam jum’at legi. Namun, Zikir Munakib di luar pesantren hampir setiap hari dilakukan di tempat berbeda. Contohnya di Cibitung, Bekasi, Zikir Manakib biasa dilakukan hari minggu malam hari. Dipimpin KH. Junaidi Al Baghdadi.
Jamaah yang mengikuti Zikir Manaqib, demikian KH Taufiq melanjutkan, awalnya datang dengan berbagai alasan. Ada yang diajak teman, berkunjung karena didorong perasaan ingin tahu, atau datang karena ada kebutuhan pribadi yang mendesak.
Beragam masalah yang membuat seseorang mengikuti zikir ini antara lain, karena menderita penyakit menahun, terjerat hutang, pengangguran, problem keluarga, dll. Ada juga yang datang dengan tujuan khusus untuk beribadah dan ingin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kyai Muzakki sendiri tidak membedakan status atau problematika yang di hadapi jamaah. Secara bersama-sama jamaah diajak berzikir dan berdoa. Problem yang dihadapi tentunya tidak selesai dengan sendirinya, melainkan melalui proses. Ada yang butuh waktu 3 hari hingga 1 bulan, masalah yang di hadapi dapat teratasi. Namun tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu lebih lama (bisa mencapai setahun, hingga harus mondok di pesantren). Semuanya tergantung keyakinan jamaah itu sendiri, dan tentunya takdir dan kuasa Allah SWT.
KAROMAH SANG KYAI
Penulis merangkum beberapa kejadian supranatural yang pernah terjadi. Kisah-kisah karomah yang meliputi Kyai Muzakki.
Suatu malam, jamaah Manakib dari Situbondo terganggu perjalanannya. Truknya mogok kehabisan solar. Kebetulan Kyai Muzakki melewati jalan itu. Dia menghampiri sopir truk sambil memberikan sebotol air. Kyai menyuruh supir truk menuangkan air ke dalam tangki solar. Meski dengan perasaan masygul, supir truk melakukan perintah kyai. Ajaib, mesin hidup kembali dengan bahan bakar air, perjalanan pun dilanjutkan.